Kosong

Kutengadahkan tanganku ke langit,
Kutunjuk langit dengan penuh keyakinan,
Sementara hati dan pikiran ku terasa kosong dari nilai-nilai yang suci.
Jauh jarak kulangkahkan kakiku,
Banyak kata tanya ku lontarkan,
Kuselami kedalaman hati,
Namun, tak ada sekata pun jawaban membisik yang mampu membangkitkan lagi kondisi kosong itu.

Makassar, 2 februari 2021

Mandat dan Tanggungjawab

Hei. Ku beri kau sebuah mandat untuk menjaga keseimbangan. Dan ku lengkapi perjalanan mu itu dengan bekal yang baik, sehingga kelak kau mampu melewatinya dengan mudah. Ku peringatkan padamu, bahwa ada begitu banyak rintangan yang kelak akan kau hadapi, namun di lain sisi ku berikan pula solusi untuk menghadapinya. Kelak, ketika waktunya telah tiba. Kau akan Ku panggil kembali kesisi Ku, Aku ingin menyaksikan pertanggungjawaban darimu. Semoga kelak ketika kita bertemu, kabar baiklah yang ku dengar darimu.

Ma,

Ma, sadarilah.
Bahwa manusia soal perasaan dan laku perbuatannya, mudah sekali berubah.
Selama mereka masih berstatus hidup.
Jangan mudah untuk menyimpulkan semua tingkah lakunya, apalagi jika baru sebentar kau mengenalnya.


Ma, baliklah.
Kita kembali saja ke kehidupan dan cara berpikir, dimana menilai seseorang biasa-biasa saja. Jangan mudah silau dari tingkah laku mereka yang menyedihkan dan juga yang menggembirakan.


Ma, percayalah.
Mereka itu, milik kehidupannya.
Baik dan buruknya, tergantung bagaimana dunia mengajarinya dan bagaimana mereka pula memperlakukan dunia.


Ma, nikmatilah.
Tetaplah fokus bersyukur akan nikmat semesta yang diberikan pada kita.
Jangan biarkan fikiran negatif di sekeliling kita, malah mengganggu kebahagiaan yang selama ini kita miliki.

Mati

Memang benar, mati adalah takdir yang tak bisa kita tentukan waktunya.
Bagaimana pun kerasnya perjuangan untuk menghindarinya, menjauhinya, dan tak menginginkanya.
Tetap saja mati itu akan datang di hadapanmu. Bertamu ke dirimu, atau hanya menyapa lewat keluarga mu.
Tiada hal untuk menjamunya dengan baik, sehingga peraasaan senang senang menjadi bagian kita ketika dia datang, selain persiapan yang baik di waktu dahulu, saat ini, dan kedepannya.

Malam Terindah…

Maka berbahagia lah mereka, yang ketika di gelapnya malam. Mereka menyaksikan sebuah kondisi yang sangat rahasia itu. Dengan kesiapan dan persiapan yang matang. Yaitu malam dimana semua malam yang tak mampu menandinginya, di karena malam itu waktu yang berpetapan dengan diturunkannya semua kebaikan yang tiada tara ke dunia lewat perantara suci kepada sang penghulu manusia. Maka dari itu jika kelak kita ingin pula merasakannya, aturlah persiapan pula. Selalu lah mengingat padaNya dan juga berkirim salam lah pada kekasihNya, semoga kelak di dimensi lain. Kita bisa bertemu dengan kekasihNya dan juga bertemu lansung dengan pemilik sejati diri kita itu. Amin.

Aku ini cuma penikmat

Makin hari, rasanya keinginan ku mengasah diri untuk bisa menulis kian menjadi surut. Tak pernah ada terbersit judul ataupun tema-tema dalam kepalaku yang menarik, sehingga kemudian mampu membuat berpuluh bahkan ratusan kata ku terangkai dan tersalurkan lewat tulisan itu. Bahkan setelah ketika ku pantik melalui membaca berbagai macam buku. Rasanya, aku ini memang tak punya kelihaian menuju kesana. Karena, jika ku bandingkan dengan kawan-kawan ku yang dilain sisi gemar membaca di pula lihai memainkan kata lewat tulisannya yang baik, aku ini sangat jauh ketinggalan. Mungkin, aku ini cuma bisa jadi penikmat saja atas berbagai macam tulisan-tulisan seseorang yang belum dan bahkan yang sudah terbukukan. Dan juga merenungi betapa kerasnya kerja otak seorang penulis sehingga mwmenghasilkan karya-karya yang begitu inspiratif dan berisi pengetahun yang segar.

Bulukumba, 29 april 2020

Mulai.

Disaat-saat sekarang ini, dimana dunia dan terkhusus negara kita yang sedang dilanda wabah virus yang bernama corona. Mungkin akan lebih baik jika kita mengambil jalan untuk tidak  ikut menonton tv  yang kebanyakan membahas virus corona namun sayang bukan ahli di bidang tersebut yang menjelaskannya, atau keseringan menajamkan mata di depan layar handphone dan aktif membuat status dan berkomentar tentang corona juga, Yang dimana sebenarnya kita tak sangat paham akan virus itu. Jangan ikut-ikutan menambah pengetahuan yang statusnya sepotong-sepotong. Kasihan orang yang begitu mudahnya menelan semua informasi. Kita cukup mencari informasi dari sang ahli dibidang tersebut. Lalu kemudian mencoba untuk menerapkan arahan darinya. Cukup begitu saja.

Bulukumba, 20 april 2020.

Cerita selama di Desa

‌”Kita ini cuma petani yang kebetulan menjadi pegawai negeri. Hidup dan kegiatan kita selama ini lebih banyak bersentuhan dengan dunia pertanian, yah syukurlah kita ini diwaktu lalu diangkat jadi pegawai negeri, untuk mengambil peran lain lagi sebagai pengabdi pada negara, guna mencerdaskan generasi-generasi pelanjut kemerdekaan bangsa”, ini  tafsiran saya atas obrolan-obrolan selama berada di desa, entah itu dengan orang tua di rumah. Dan memang itu fakta, sebab keluarga kami memang kebanyakan bergelut di dunia pertanian. Yah, kadang saya berpikir guru itu mungkin memang cuma pekerjaan sampingan orang tua saya.

‌Selama di desa beberapa minggu, saya memaksimalkan untuk terjun lansung menemani orangtua menyusuri merahnya tanah. Karena memang kalau bukan saya, siapa lagi. Dan juga hitung-hitung membuka lagi  ruang rindu atas kenangan masa kanak-kanak, yang dahulu memang selalu diajak berkebun, cuma setelah melanjutkan sekolah di kota saja sehingga waktu untuk bertani itu agak jarang. Dan juga kebetulan untuk situasi sekarang saya belum ada kerjaan tetap dan juga belum mencari pekerjaan baru lagi.

‌ Walaupun begitu banyak pertanyaan yang timbul oleh orang-orang yang menurut saya aneh. Misalnya, kan kamu lulusan Sarjana atau magister, kok mau sih pergi berkebun. Dan lain lagi, kok mobil pribadi yang ketutup begitu atau bisa dikatakan tao layak untuk masuk ke jalan-jalan becek akaibat hujan kau bawa ke kebun, kan tidak cocok. Hahaa. Hei, apa yang salah dengan sarjana yang kembali ke desanya untuk menemani orangtuanya bertani?, Begitu hina kah seorang sarjana ketika kembali ke desa untuk jadi petani?. Dan juga apa salahnya dengan mobil yang dinilai elite, keren, dipakai masuk ke kebun?. Mobil itu harus berfungsi menurut saya, dan saya akan fungsikan untuk mengangkut hasil pertanian. Daripada tinggal dirumah terparkir dan rusak kan.