Kampung halaman….

Tempat dan lingkungan itulah yang membesarkan ku. Dan juga dia juga yang merelakan aku keluar untuk mengembara, mencari berbagai ilmu dan pengalaman. Sehingga di kemudian hari, ada sesuatu hal yang bisa ku bagikan padanya. Tak perlu ada ego dan kesombongan yang di tanam dalam diri akibat banyak dan jauhnya langkah kaki mencari pengetahuan, karena keduanya selalu menjadi sebab terjadinya keburukan. Aku selalu rindu pulang ke tanah yang membesarkan ku dengan penuh kesederhanaan. Semoga, tak ada rasa berbangga diri pada diriku, ketika berada di kampung halaman ku. Semoga saja, aku masih mampu mengendalikan dan menetralisir penyakit buruk dari kota yang mungkin saja mengikuti ku, sehingga terbawa sampai ke kampung halamanku yang ramah. Ku usahakan, tak ada sifat yang melekat pada diriku saat sudah berada di tanah yang membesarkan ku. “Kuharap pula tak merasa asing di kampung halaman sendiri”.

Iklan

Untuk mu lagi.

Teruntuk di kau  yang jauh disana. Besar pengharapan ku saat ini untuk bersamamu menikmati dinginnya udara sejuk di pinus lembanna, seperti yang ku alami saat ini. Rasa-rasanya, sudah lama juga kita tidak bersama menikmati kondisi seperti ini. Padahal mungkin teramat banyak sekali cerita yang bisa kita saling bagi antar satu sama lain. Hei, berkabarlah jika sekiranya nanti kau ingin ditemani untuk bertraveling, menjelajahi berbagai tempat walau sekedar sedikit mengambil jarak dari rutinitasmu selama ini. Jangan sungkan untuk itu.

Malam di Lembanna

Pinus Lembanna malam ini.
Bersama mereka, para pegiat alam.
Menikmati udara sejuk
Menikmati kabut turun perlahan.
Menikmati kebersamaan dengan hangatnya perbincangan dengan kawan-kawan yang jarang di temui di kota.
Ikut meramaikan acara peringatan hari lingkungan hidup yang diperingati setiap tahunnya.

Aksi Bersih FPL

Lembanna yang kian ramai pengunjung.
Ku nikmati sejuknya udara mu malam ini. Kugunakan sunyi mu walaupun cuma beberapa menit, untuk sekedar merenung. Lembanna, kelak akan seperti apa wajahmu. Mungkinkah kesejukan, sunyi, dingin, masih akan berada dalam dirimu?. Atau malah dengan cepat akan berubah pula menjadi pusat keramaian seperti mayoritas keadaan di kota-kota. Lembanna, jangan tanya dengan siapa aku mendatangi mu malam ini. Karena aku tak lagi punya kekasih, kami sudah lama berpisah demi mencari ruang  untuk merefleksi diri masing-masing. Cukupkan doamu saja padaku, agar kelak kami bisa merajut kembali sebuah hubungan. Sebab rasa ku masih tak mampu berpaling. Lembanna, semoga saat ini kau senang dengan kedatangan para manusia yang mendirikan tenda di tubuhmu.  Kulihat, banyak acara terselenggara disini. Termasuk yang kuhadiri. Peringatan hari lingkungan hidup dengan berbagai random acara, penanaman pohon dan aksi bersih. Demi, untuk menjaga hijaunya dirimu.
Demi, untuk menjaga kebersihan udara mu.
Demi untuk melestarikan alam.

Hati

Perbaiki lah hati terdahulu. Sebab, hatilah yang akan menjadi korditator atas bekerjanya semua pancaindra. Jika pancaindra melakukan suatu keburukan, dan hati membenarkan maka gagallah hati kita. Tapi ketika semua pancaindra melakukan kebaikan dan di benarkan oleh hati, maka berhasil lah hati sebagai koordinator.

Bukankah dikatakan, bahwa didalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh manusia. Tapi jika ia jelek, maka panca indra yang lain mengikuti kejelekannya. Maka sekarang jalinlah persesuaian diantara keduanya.

Baca sejarah.

Dalam membaca selalu ada informasi dan pengetahuan yang di peroleh. Maka sekarang ini, saya berusaha untuk terus mencari informasi dan pengetahuan baru melalui membuka-buka buku, demi untuk memperluas khasanah pengetahuan agar kelak ada bahan yang bisa diceritakan dan di share pada teman, sahabat dan saudara. Dan saya ingin memulai dengan membaca buku yang bermuatan sejarah.  Karena kata seorang bijak, membacalah dan pelajari lah sejarah sehingga kelak kita mampu bersikap lebih bijak dalam menjalani kehidupan.